Konsep Penididikan Islam Modern-Kontekstual Menurut Haji Rasul
DOI:
https://doi.org/10.21111/at-tadib.v18i2.93Keywords:
; Pendidikan Islam, modern, Haji Rasul, Sumatra ThawalibAbstract
Berbicara pendidikan Islam modern khususnya di Indonesia, maka seyogyanya tidak akan melewati bab tentang Haji Rasul dan lembaga pendidikan yang didirikannya. Sebab di tengah kungkungan pola pendidikan konvensional pada pra dan awal kemerdekaan, beliau dengan Sumatra Thawalib-nya menjadi pelopor yang membawa angin segar dan menjadi tonggak lahirnya pendidikan modern pada perjalanan pendidikan Islam selanjutnya. Sumatra Thawalib yang mulanya adalah institusi pendidikan tradisional yang menerapkan pola pendidikan dan kurikulum yang masih tergolong konvensional, mampu digubah oleh Haji Rasul menjadi sebuah institusi pendidikan modern yang dikelola secara professional oleh komite sekolah, tidak lagi menjadi milik individu. Pola pembelajaran yang awalnya berbentuk halaqah seperti umumnya ditemukan pada lembaga-lembaga pendidikan tradisional, dirombak dengan menerapkan pola pembelajaran yang menggunakan sistim kelas untuk penjenjangan dan pembedaan materi pembelajaran. Tulisan ini, berupaya untuk mengupas kembali gagasan-gagasan pendidikan Islam Haji Rasul sehingga mendorong berdirinya Sumatra Thawalib di Minangkabau. Apa saja yang melatarbelakangi dan mempengaruhi konsep pemikiran pendidikan beliau, serta bagaiman pola pembelajaran dan organisasi sekolah yang diterapkan di Sumtra Thawalib, menjadi titik sentral pembahasan tulisan ini.
References
Abd. Rachman Assegaf,(2013).Aliran Pemikiran Pendidikan Islam; Hadharah Keilmuan Tokoh Klasik sampai Modern, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Adian Husaini, (2020). Pemikiran dan Perjuangan M. Natsir dan Hamka dalam Pendidikan, Depok: Gema Insani.
Audrey R.. Kahin. 2005. Dari pemberontakan ke integrasi Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Azyumardi Azra,(1999).Pendidikan Islam; Tradisi dan Modernisasi, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Fadly Mart Gultom. 2019. Kebijakan Pendidikan Keagamaan Islam Di Indonesia. Sleman: Deepublish.
Fatimah Purwoko,(2019). Sejarah Nusantara Yang Disembunyikan, Anak Hebat Indonesia.
Hamka. 2020. Buya Hamka Berbicara Tentang Perempuan. Depok: Gema Insani.
Herry Mohammad,dkk, (2006). Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, Jakarta: Gema Insani Press.
Jajat Burhanudin. 2017. Islam Dalam Arus Sejarah Indonesia. Jakarta Timur: Prenada Media.
Johan Prasetya. 2014. Ajaran-ajaran para founding father dan orang-orang di sekitarnya. Jogjakarta: Palapa.
Jumrah Jamil, Suharto Pulukadang, dan Alyyuddin M. Dun. 2023. Konsep Pendidikan Islam dalam Perspektif Abuddin Nata, Kh. Abdullah Syafi’i, Ahmad Tafsir, Jalaluddin Rakhmat dan Buya Hamka. Sumatera Barat: CV. AZKA PUSTAKA.
Karel A. Steenbrink, (1984).Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19, Jakarta: Bulan Bintang.
Muhammad JawwadRida,(1980).al-Fikr at-Tarbawi al-Islami, Kuwait: Dar al-Fikr al-Arabi.
Muhammad MunirMursi,(1996).al-Ist}ilah wa at-Tajdid at-Tarbawi, Kairo: Alam al-Kutub.
Murni Djamal,(2002).Dr. H. Abdul Karim Amrullah; Pengaruhnya dalam Gerakan Pembaharuan Islam di Minangkabau pada Awal Abad ke-20, Jakarta: INIS Leiden-Jakarta.
Paulo Freire,Ivan Ellich, (2009).Menggugat Pendidikan; Fundamentalis, Konservatif, Liberal Anarkis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Petir Abimanyu. 2021. Ilmu mistik kejawen menguak rahasia hidup orang Jawa. Depok: Noktah.
Rusydi Hamka, (2017). Pribadi dan martabat Buya Hamka, Cetakan I, Jakarta: Noura. http://id.wikipedia.org.
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 At-Ta'dib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


